[6 foto] Pemuda ini Berjaya Mengabadikan Gambar Anaconda Raksasa di Habitat Asalnya. Mula Mula Memang Teruja, Tetapi Apa Yang Terjadi Pada Pemuda Itu Selepas Merakamkan Aksi Anaconda Itu Amat Tak Disangka…

[6 foto] Pemuda ini Berjaya Mengabadikan Gambar Anaconda Raksasa di Habitat Asalnya. Mula Mula Memang Teruja, Tetapi Apa Yang Terjadi Pada Pemuda Itu Selepas Merakamkan Aksi Anaconda Itu Amat Tak Disangka…

Ular adalah hewan paling cerdik juga menakutkan. Tapi ada sisi terang ular yang tersembunyi di mata pemerhati ular Franco Banfi, yang secara luar biasa bisa mendokumentasikan ular anaconda.

Jepretan Banfi sebelumnya pernah didokumentasikan Daily Mail, tapi ada cerita yang luar biasa di balik upayanya mengabadikan monster melata paling tangguh untuk meremukkan mangsanya. Ular, ternyata lebih menarik daripada karya fiksi.

Seperti dilansir Wereblog, dalam salah satu ekspedisi penyelaman di wilayah Mato Grosso, Brasil, Banfi penyelam asal Swiss itu bersama rekannya, Daniel De Granville, menangkap sisi jinak ular anaconda langsung dari habitat alami mereka.

Banfi berhadapan dengan ular anaconda berukuran raksasa sepanjang 26 kaki tanpa alat pelindung apapun kecuali perlengkapan kamera yang menjadi ‘senjata’ satu-satunya.

Dalam foto yang membuat jantung berdegup ini, penyelam berani mendatangi sampai beberapa jengkal dari moncong sang anaconda. Terlihat, anaconda itu sedang beristirahat di tanah, kulitnya mengkilat terkenal matahari daerah tropis.

Anakonda raksasa itu tak mempedulikan sang fotografer, yang nampaknya baru saja kenyang menyantap hewan capybara. Bisa dibayangkan jika perutnya kosong, hanya Banfi satu-satunya mangsa di depannya.

“Ular itu baru saja makan dan tak berminat kepada kami. Semua kemungkinan bisa terjadi, tapi saya tidak berpikir dia akan memakanku. Saya cukup dekat dengannya, aku pun bisa menyentuhnya jika mau,” ujar Banfi yang sudah memiliki dua anak itu.

Rekannya, Daniel De Granville, mengatakan anaconda itu sebenarnya cukup pemalu berada di sekitar manusia, dan kemungkinan mereka lebih takut kepada manusia, dibandingkan ketakutan yang selama ini ditunjukkan terhadap hewan melata tersebut.

Awalnya Banfi mengaku takut terutama saat pertemuan pertama. Ia mengetahui reputasi ular yang cukup licik dan mematikan itu, membuat siapa pun yang berhadapan dengannya harus memasang sikap waspada.

“Tapi setelah beberapa saat, kami memahami tidak ada yang terjadi jika kita menghormati ular. Aku belum pernah begitu dekat dengan ular seperti ini sebelumnya. Tapi saya pikir ular berbisa kecil lebih mematikan daripada yang besar. Setidaknya kita bisa melihat ular anaconda, jelas kami tahu apa yang mereka lakukan.” kata Banfi.

Banfi pernah melihat enam ular anaconda betina berbeda selama perjalanan sepuluh harinya di wilayah Mato Grosso do Sul, tepat di jantung Amerika Selatan. Daerah yang berarti ‘Rimba Tebal dari Selatan’ kerap dikunjungi ribuan orang karena menawarkan beragam keindahan alami.

Meski saat keluar dari pemotretan tengah terluka, Banfi menyarankan para pembaca tidak mengikuti jejaknya mengamati anaconda dari dekat. Anaconda besar seukuran yang dipotretnya dikenal sebagai pembunuh manusia.

Sudah jadi keharusan untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Anda tidak ingin berakhir menjadi mangsa pula kan?
Share Kisah Luar Biasa Franco Banfi Memfoto Anaconda Raksasa di Habitat Aslinya Jika bermanfaat bagi Anda .

sumber :buletinsemasa

[Video] Lelaki 79 Tahun Ini Datang Ke Tasik Untuk Jumpa Kawan Lama Iaitu Seekor Ular…

Saat berjumpa kawan lama adalah saat paling dramatik kerana mungkin kawan lama itu tidak mengenali kita seperti dahulu.

Sama seperti lelaki berusia 79-tahun ini apabila beliau datang ke sebuah tasik bagi menjumpai kawan lama nya, iaitu seekor ular.

Menariknya, seolah-olah tahu akan kehadiran lelaki itu, ular tedung betina itu keluar daripada permukaan air, dan segera naik keatas kaki lelaki berkenaan untuk mendapatkan makanan.

Ok siapa yang rasa geli, kita geng!

Sumber : mediahangit via kakisantai

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*